Bayi Berada di Kandungan Lebih dari 9 Bulan, Normalkah?

In CategoryKehamilan
Byadmin

110330_hamil012

Pada umumnya, seorang wanita akan melahirkan setelah sembilan bulan mengandung. Namun, pada beberapa kasus, ada bayi yang baru lahir saat kandungan ibunya mencapai sepuluh bahkan 12 bulan. Normalkah?

Menurut dr Hari Nugroho SpOG dari Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD dr Soetomo, kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu atau 280 hari apabila dihitung dari hari pertama haid terakhir.

Meskipun hanya empat sampai lima persen wanita yang benar-benar melahirkan normal di taksiran persalinannya. Nah, sejatinya kelahiran dikatakan normal ketika persalinan terjadi saat kandungan berusia 37 hingga 42 minggu.

“Sekitar 10 persen kehamilan melebihi usia 42 minggu atau 294 hari. Penyebab pastinya kehamilan lewat waktu hingga saat ini belum diketahui 100 persen, meskipun ada satu penelitian mengatakan bahwa faktor genetik sangat berperan dalam kehamilan lewat waktu,” tutur dr Hari.

Ia menambahkan anak pertama yang lahir lewat waktu normal dikatakan merupakan faktor risiko anak berikutnya kemungkinan mengalami hal yang sama yakni lahir di luar waktu yang normal.

Di masyarakat pun tak jarang beredar berbagai kepercayaan terkait kelahiran bayi, misalnya mengonsumsi minyak kelapa atau sang ibu sering-sering mengambil posisi menungging agar kelahirannya bisa lancar.

Menanggapi hal ini, dr Hari mengatakan hingga saat ini dirinya belum pernah membaca penelitian ilmiah bahwa minum minyak kelapa mengakibatkan persalinan lancar. Pun secara logika medis, dr Hari merasa dua hal itu tidak ada hubungannya.

“Kalau masalah nungging, sebetulnya bukan ibunya sekadar nungging. Secara ilmiah, senam hamil dengan metode tertentu dikatakan dapat meningkatkan kesiapan ibu menghadapi kehamilan normal. Sehingga, dengan meningkatkan kecepatan kelahiran, risiko komplikasi akibat kehamilan normal juga bisa dikurangi,” papar dr Hari.

4 Langkah Seks Tantra Agar Wanita Lebih Mudah Orgasme

In CategorySex
Byadmin

couplesex

Orgasme bisa lebih mudah didapat dengan empat langkah seks tantra berikut ini. Seks tantra diyakini bisa membuat aktivitas seks menjadi lebih dalam dan intim.

Tantra sebenarnya sebuah subyek mistis yang hampir sulit didefinisikan. Saat melakukan seks tantra, pasangan menjadi lebih merasa lengkap. Seks tantra membuat pasangan saling mengembangkan kesadaran dan mempererat ikatan mereka dalam satu kesatuan yang harmonis. Ketika akhirnya mencapai orgasme, Anda dan suami akan merasakan sensasinya bukan hanya pada bagian tubuh intim saja, tapi menyebar ke seluruh tubuh

1. Aliran Energi
Cobalah untuk tidak terlalu fokus memikirkan apa yang Anda rasakan di area miss V. “Bayangkan seluruh energi mengalir ke seluruh tubuh, mulai dari tangan hingga ke kepala,” ujar Barbara Carrellas, penulis ‘Urban Tantra: Sacred Sex for the Twenty-First Century.’ Dengan mencoba mengalirkan energi ke seluruh tubuh, Anda jadi lebih membuka diri sehingga energi seksual bisa dirasakan.

2. Pernapasan
Pernapasan adalah bagian penting dalam seks. Dengan bernapas, membuat oksigen masuk ke dalam tubuh sehingga darah mengalir lebih lancar dan menstimulasi area genital. Cobalah berlatih pernapasan bersama pasangan sebelum bercinta atau saat foreplay. Misalnya, saat Anda dan suami berciuman atau berpelukan, sinkronisasikan napas kalian.

3. Luapkan
Ketika bercinta, jika Anda selama ini tipe yang tidak mengeluarkan suara dan memendam energi seksual Anda, cobalah untuk meluapkannya. Mengeluarkan suara, entah itu berteriak atau sekadar bergumam bukan hanya bisa membuat pasangan tahu kalau Anda menikmati seks, tapi juga bermanfaat untuk diri sendiri. “Dalam tantra, ada tujuh pusat energi atau cakra di dalam tubuh yaitu di bawah perut, di atas perut, jantung, tenggorokan, kening dan bagian atas kepala. Dengan mengeluarkan suara membuat seksual energi naik hingga ke cakra paling atas, sedangkan jika Anda diam saja, energi seksual itu akan menurun,” jelas Carellas.

4. Kegel
Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang melakukan senam kegel secara teratur, lebih mudah, lebih sering dan lebih intens mengalami orgasme. Senam kegel bisa membantu wanita untuk menemukan otot pelvic (panggul) yang dipercaya menambah kenikmatan dalam bercinta. Otot panggul merupakan otot yang digunakan untuk mengontrol keluarnya urin. Gerakan mengencangkan dan mengendurkan otot pelvic berkali-kali (kira-kira 25 kali) saat penetrasi seks bisa membantu wanita mencapai klimaks.

IP : 54.243.14.193